Logo Kabupaten Sumbawa

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Kabupaten Sumbawa

Revitalisasi BLK Sumbawa Bertahap, DISNAKERTRANS ungkap keterbatasan SDM Teknis

Revitalisasi BLK Sumbawa Bertahap, DISNAKERTRANS ungkap keterbatasan SDM Teknis

Revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa terus berjalan. Di tengah proses tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa mengakui masih terdapat keterbatasan tenaga teknis untuk mendukung operasional BLK.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, Khaeruddin, dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026), mengatakan revitalisasi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan perencanaan yang telah ditetapkan. 

“Untuk revitalisasi bangunan, kita dibantu PT AMNT. Ada tiga intervensi yang dilaksanakan, yaitu pagar depan, perbaikan ruang kantor depan, termasuk pembenahan lantai untuk memenuhi standar karena di situ menjadi tempat alat berat mekanika,” ujarnya.

Selain dukungan tersebut, Khaeruddin mengatakan revitalisasi BLK secara keseluruhan tetap dilaksanakan oleh Disnakertrans berdasarkan perencanaan dan ketentuan yang telah ditetapkan. 

Di sisi lain, persoalan sumber daya manusia menjadi salah satu hal yang masih dihadapi dalam pengelolaan BLK. Menurut Khaeruddin, kebutuhan tenaga teknis tidak dapat dipenuhi dengan memindahkan pegawai dari unit lain secara sembarangan karena berkaitan dengan jabatan dan kompetensi.

“Semua lini staf kita di BLK itu memang masih kekurangan secara teknis yang dibutuhkan. Tetapi pengadaan pegawai untuk teknis tertentu tidak mudah karena mereka masuk berdasarkan jabatan dan fungsinya,” katanya.

Ia menjelaskan, sejumlah fungsi teknis di lingkungan Disnakertrans membutuhkan kompetensi khusus. Di antaranya instruktur, penempatan tenaga kerja atau Penta, serta bidang hubungan industrial. 

“Kalau teknis seperti instruktur, penempatan tenaga kerja dan hubungan industrial, mereka tidak sembarang karena memang membutuhkan kompetensi khusus,” jelasnya.
 
Sementara itu, kebutuhan yang bersifat administratif dinilai lebih memungkinkan untuk saling membantu sesuai kebutuhan. Fungsi administrasi, tata usaha maupun bendahara pembantu dapat didukung oleh staf yang tersedia.

“Kalau sifatnya administratif, kita bisa saling membantu. Tetapi kalau teknis dan fungsional, tidak bisa sembarang orang ditempatkan karena ada kriteria dan kompetensi yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Meski masih terdapat keterbatasan tenaga teknis dan fasilitas tertentu, Khaeruddin memastikan kegiatan pelatihan di BLK tetap berjalan. Pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi fasilitas yang tersedia.

“Pelatihan di BLK tetap berjalan secara simultan. Kalau misalnya penggunaan aula tidak memungkinkan di BLK, kegiatannya bisa kita tarik ke ruangan di kantor atau dinas,” katanya.

 Menurutnya, revitalisasi BLK tidak hanya berkaitan dengan pembenahan fisik, tetapi juga memastikan fungsi administrasi dan kegiatan tetap berjalan. Pembenahan fisik dilakukan sesuai kebutuhan, sementara sumber daya yang tersedia terus dimaksimalkan agar fungsi BLK tetap berjalan secara optimal.